<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>chris&#039;s personal blog</title>
	<atom:link href="http://christnaa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://christnaa.wordpress.com</link>
	<description>i just want to spark people&#039;s mind through this blog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2011 06:30:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='christnaa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>chris&#039;s personal blog</title>
		<link>http://christnaa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://christnaa.wordpress.com/osd.xml" title="chris&#039;s personal blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://christnaa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>90% sakit terjadi akibat stress</title>
		<link>http://christnaa.wordpress.com/2011/08/10/90-sakit-terjadi-akibat-stress/</link>
		<comments>http://christnaa.wordpress.com/2011/08/10/90-sakit-terjadi-akibat-stress/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 01:45:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurisu</dc:creator>
				<category><![CDATA[experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://christnaa.wordpress.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[90% sakit terjadi akibat stress Stress menjadikan tubuh kita rentan terhadap sakit penyakit. Dalam bukunya &#8220;Brain Rules&#8221;, John Medina menyebutkan bahwa orang yang stress mengalami penurunan mobilitas sel darah putih. Jumlah sel darah putih orang yang stress memang tidak berkurang namun pergerakannya akan kurang lincah untuk membasmi virus/penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Inilah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=234&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>90% sakit terjadi akibat stress</p></blockquote>
<p>Stress menjadikan tubuh kita rentan terhadap sakit penyakit. Dalam bukunya &#8220;Brain Rules&#8221;, John Medina menyebutkan bahwa orang yang stress mengalami penurunan mobilitas sel darah putih. Jumlah sel darah putih orang yang stress memang tidak berkurang namun pergerakannya akan kurang lincah untuk membasmi virus/penyakit yang masuk ke dalam tubuh.</p>
<p>Inilah yang saya alami selama satu minggu sejak tanggal 1 Agustus. Kelelahan yang saya alami ditambah stress yang membuat saya berpikir terlalu banyak menjadikan saya terserang virus sehingga harus beristirahat selama 1 minggu.</p>
<p>Penyebab utama saya sakit memang akibat kelelahan, tapi stress ringan pun memberikan andil yang besar untuk penyakit saya tersebut.</p>
<p>Saya mengalami demam, tubuh linu dan stamina yang drop sehingga beberapa hari sulit beranjak dari tempat tidur. Lucunya, ketika cek darah, darah saya begitu baik keadaannya (saya cek darah karena dianalisis suspek demam berdarah).</p>
<p>So, kesimpulannya memang saya sakit akibat stress. Stress menjadikan sel darah putih tidak bergerak lincah sehingga menyebabkan virus mendiami tubuh saya.</p>
<p>Puji Tuhan saya sudah sehat dan kondisi tubuh dalam keadaan fit.</p>
<blockquote><p>Hati yang gembira adalah obat</p></blockquote>
<p>Demikian perkataan kitab suci. Dan memang benar adanya, hati kita menentukan kondisi tubuh kita. Jika hati kita gembira, antusias, secara otomatis otak kita pun segar dan kita menjalani hidup dengan antusias.</p>
<blockquote><p>&#8230; tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang</p></blockquote>
<p>adalah lanjutan dari ayat kitab suci tersebut. Artinya, semangat kita yang patah dapat menjadikan kita terserang penyakit.</p>
<p>So, hal yang paling utama untuk mencegah penyakit masuk dalam tubuh kita adalah senantiasa hidup dalam semangat yang berapi-api. Dibarengi dengan gaya hidup sehat, kita akan terlindung dari sakit penyakit di luar sana.</p>
<p>Saya ingin sedikit membahas mengenai stress yang saya alami. Setelah saya pikir-pikir, stress yang saya alami:</p>
<ol>
<li>adalah masalah <strong>kekuatiran akan masa depan</strong>. Saya mengalami penurunan kepercayaan diri akibat memasuki babak baru dalam kehidupan, saya membahasnya sedikit di blog saya yang <a title="my other blog" href="http://gratefulnote.wordpress.com/2011/08/10/bersyukur-untuk-musim-yang-baru-walau-harus-menderita-sakit/">lain</a>.</li>
<li>adalah karena saya <strong>terlalu berpikir akan pekerjaan tanpa mencoba mengerjakan pekerjaan itu</strong>. Pekerjaan tidak akan selesai jika hanya dipikirkan, pekerjaan ya harus dikerjakan. Saya berpikir terlalu banyak pada pekerjaan-pekerjaan saya yang menumpuk, padahal jika saya mulai saja mengerjakannya mungkin saya tidak akan mengalami stress.</li>
<li>adalah karena <strong>visi hidup yang sempat kabur akibat pekerjaan rutin. </strong>Saya terlibat dengan banyak pekerjaan rutin yang bsersifat administrasi, sehingga visi hidup sempat kabur. Saya tidak memperbaharui diri dengan mengingat visi hidup. Dan ketika visi hidup kabur, semangat pun akan hilang.</li>
<li>adalah karena <strong>saya menunda pekerjaan. </strong>Pekerjaan yang sederhana pun saya tunda, pekerjaan-pekerjaan yang tertunda akan terus memenuhi pikiran kita. Kita sebaiknya langsung mengerjakannya dan cepat-cepat menyingkirkannya dari pikiran kita.</li>
</ol>
<div>Saat ini, saya sedang menata kembali kehidupan saya. Mengingatkan diri ini kepada visi hidup mula-mula. Mengubah cara berpikir dengan menempatkan kekhawatiran saya menjadi suatu tantangan baru di masa depan.</div>
<div>Jangan sampai kita kehilangan semangat akibat stress, hal ini akan membawa kita pada penyakit fisik yang membuat kita semakin terpuruk. Obat-obatan tidak akan membantu banyak, apabila kita tidak melawan sendiri penyakit itu dengan semangat hidup kita.</div>
<div><strong>- be blessed -</strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/christnaa.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/christnaa.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/christnaa.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/christnaa.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/christnaa.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/christnaa.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/christnaa.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/christnaa.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/christnaa.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/christnaa.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/christnaa.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/christnaa.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/christnaa.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/christnaa.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=234&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://christnaa.wordpress.com/2011/08/10/90-sakit-terjadi-akibat-stress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a55e1f3c88e0566d1aa06be0bb7f6800?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gratefulnote</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masa depan bangsa ini terletak pada para guru</title>
		<link>http://christnaa.wordpress.com/2011/07/05/masa-depan-bangsa-ini-terletak-pada-para-guru/</link>
		<comments>http://christnaa.wordpress.com/2011/07/05/masa-depan-bangsa-ini-terletak-pada-para-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 11:25:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurisu</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://christnaa.wordpress.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Masa depan suatu bangsa terletak pada generasi mudanya Itulah ungkapan yang sering kita dengar mengenai nasib suatu bangsa. Namun, apakah demikian? Saya memiliki pendapat yang berbeda dengan ungkapan itu, menurut saya: Masa depan suatu bangsa terletak pada para guru Saya berani menjamin: Semua orang sukses di dunia ini PASTI memiliki seorang guru yang menjadi inspirasinya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=232&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Masa depan suatu bangsa terletak pada generasi mudanya</p></blockquote>
<p>Itulah ungkapan yang sering kita dengar mengenai nasib suatu bangsa. Namun, apakah demikian?</p>
<p>Saya memiliki pendapat yang berbeda dengan ungkapan itu, menurut saya:</p>
<blockquote><p>Masa depan suatu bangsa terletak pada para guru</p></blockquote>
<p>Saya berani menjamin:</p>
<blockquote><p>Semua orang sukses di dunia ini PASTI memiliki seorang guru yang menjadi inspirasinya.</p></blockquote>
<p>Apakah guru itu adalah orang tuanya, gurunya di sekolah/kampus, atau mentor pribadinya, mereka adalah orang yang menaruh optimisme di hati setiap anak, di setiap hati generasi muda dan di setiap murid yang mereka ajar.</p>
<p>Ironisnya, banyak guru yang tidak paham akan hal ini, mereka mengajar untuk hidup, bukan hidup untuk mengajar. Guru seharusnya sadar bahwa murid yang mereka ajar adalah generasi penerus bangsa.</p>
<p>Sedih rasanya mendengar berita belakangan ini mengenai contek masal yang ternyata dikoordinir oleh para guru. Sesungguhnya bukanlah sang anak yang salah, guru lah yang salah.</p>
<p>Pengaruh guru itu sangat besar hingga mampu menjadi faktor penentu keberhasilan suatu negara. Ironisnya, peran guru di negara ini seringkali dikesampingkan, tidak mendapat penghargaan yang pantas dari negara ini. Padahal ada banyak guru yang memiliki komitmen yang luar biasa dalam mengajar.</p>
<blockquote><p>Seorang guru itu ibarat komposer musik. Komposer musik pada saat konser musik sama sekali tidak menghasilkan suara, tapi karyanya mampu membangkitkan potensi pada setiap pemain musik/penyanyi yang dia ajar dan pimpin.</p></blockquote>
<p>Itulah mengapa guru disebut &#8220;pahlawan tanpa tanda jasa&#8221; yang seharusnya diberi penghargaan yang pantas.</p>
<p><strong>- Be blessed -</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/christnaa.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/christnaa.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/christnaa.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/christnaa.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/christnaa.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/christnaa.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/christnaa.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/christnaa.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/christnaa.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/christnaa.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/christnaa.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/christnaa.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/christnaa.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/christnaa.wordpress.com/232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=232&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://christnaa.wordpress.com/2011/07/05/masa-depan-bangsa-ini-terletak-pada-para-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a55e1f3c88e0566d1aa06be0bb7f6800?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gratefulnote</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melayani-Nya justru membuat kita makin berhutang pada-Nya</title>
		<link>http://christnaa.wordpress.com/2011/07/05/melayani-nya-justru-membuat-kita-makin-berhutang-pada-nya/</link>
		<comments>http://christnaa.wordpress.com/2011/07/05/melayani-nya-justru-membuat-kita-makin-berhutang-pada-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 11:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurisu</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://christnaa.wordpress.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Ada seseorang yang memiliki hutang yang besar kepada seorang yang kaya raya. Karena orang itu tidak bisa membayar hutang kepada sang orang kaya itu, ia lalu menawarkan dirinya untuk bekerja di rumah si orang kaya itu. Sang orang kaya pun setuju. Dia lalu mempekerjakan orang yang berhutang itu di rumahnya. Si orang itu harus bekerja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=230&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seseorang yang memiliki hutang yang besar kepada seorang yang kaya raya. Karena orang itu tidak bisa membayar hutang kepada sang orang kaya itu, ia lalu menawarkan dirinya untuk bekerja di rumah si orang kaya itu.</p>
<p>Sang orang kaya pun setuju. Dia lalu mempekerjakan orang yang berhutang itu di rumahnya. Si orang itu harus bekerja hingga hutang-hutangnya lunas.</p>
<p>Apa yang terjadi dengan orang itu apabila periode bekerjanya sudah cukup untuk melunasi hutangnya?</p>
<p>Tentu ia sudah bebas menjadi hamba, bukan?</p>
<p>Dan apabila dia berhutang lagi, tentu dengan mudahnya ia akan bekerja di rumah orang kaya itu lagi hingga hutangnya lunas. Demikian hidup sang orang yang senantiasa berhutang itu.</p>
<p>Dia hanya menganggap pekerjaannya di rumah si orang kaya hanya sekedar sarana untuk melunasi hutangnya.</p>
<blockquote><p>Bekerja di ladangnya Tuhan tidaklah demikian.</p>
<p>&#8220;Semakin kita bekerja di ladang-Nya semakin pula kita berhutang pada-Nya.&#8221;</p></blockquote>
<p>Kita tidak bisa bekerja hanya karena Ia sudah memberkati kita yang membuat kita seolah-olah berhutang pada-Nya.</p>
<p>Pola pikir yang berbeda dengan dunia dimana semakin kita melayani-Nya bukannya mengurangi hutang kita pada-Nya. Malah membuat kita semakin merasa berhutang pada-Nya.</p>
<p>Mengapa? Karena Dia sudah terlalu baik pada kita. Sudah bisa bekerja di rumah-Nya saja sudah merupakan suatu kehormatan bagi kita.</p>
<p>- Be blessed -</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/christnaa.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/christnaa.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/christnaa.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/christnaa.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/christnaa.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/christnaa.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/christnaa.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/christnaa.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/christnaa.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/christnaa.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/christnaa.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/christnaa.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/christnaa.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/christnaa.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=230&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://christnaa.wordpress.com/2011/07/05/melayani-nya-justru-membuat-kita-makin-berhutang-pada-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a55e1f3c88e0566d1aa06be0bb7f6800?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gratefulnote</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The curse of expertise</title>
		<link>http://christnaa.wordpress.com/2011/06/10/the-curse-of-expertise/</link>
		<comments>http://christnaa.wordpress.com/2011/06/10/the-curse-of-expertise/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 05:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurisu</dc:creator>
				<category><![CDATA[experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://christnaa.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[We are all expert in some way Kita semua adalah ahli dalam suatu hal. Kita mahir dalam suatu bidang, kita semua memiliki jam terbang tinggi dalam bidang tersebut. Kita dipuji dengan segala prestasi yang kita pernah buat di masa lalu. Kita menjadi sangat biasa untuk mengerjakan pekerjaan pada bidang kita. Pada saat itulah kita berada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=228&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>We are all expert in some way</p></blockquote>
<p>Kita semua adalah ahli dalam suatu hal. Kita mahir dalam suatu bidang, kita semua memiliki jam terbang tinggi dalam bidang tersebut. Kita dipuji dengan segala prestasi yang kita pernah buat di masa lalu. Kita menjadi sangat biasa untuk mengerjakan pekerjaan pada bidang kita.</p>
<p>Pada saat itulah kita berada dalam status quo, pada masa itulah kita berhenti mengembangkan diri, kita berhenti untuk belajar lebih banyak dan kita menjadi terlalu &#8220;biasa&#8221; dalam mengerjakan pekerjaan kita.</p>
<p>Ini yang saya namakan sebagai &#8220;the curse of expertise&#8221; (mungkin bahasa Indonesianya : kutukan keahlian).</p>
<p>Kutukan ini memang terjadi pada mereka yang sudah ahli, mereka yang tahu segalanya, mereka yang sudah memiliki jam terbang tinggi pada pekerjaan mereka.</p>
<p>Efek buruknya adalah mereka menjadi kehilangan &#8220;feel&#8221; pada pekerjaan mereka, kesungguhan hati mereka pada pekerjaan berkurang karena keahlian mereka yang sudah tinggi (menurut mereka). Mereka menjadi miskin kreatifitas dan hasil pekerjaan menjadi rata-rata (mediocrity).</p>
<p>Saya sendiri pernah merasakannya baik secara individu ataupun dalam tim. Saya terlalu banyak berasumsi akan pekerjaan yang sudah sering saya lakukan. Saya menjadi kehilangan &#8220;feel&#8221; pada tugas yang harus saya kerjakan. Hasilnya seperti yang saya katakan di atas, hasilnya menjadi biasa-biasa. Dan terkadang, kita menjadi permisif terhadap hasil yang biasa-biasa itu.</p>
<p>So, how to solve it ? saya teringat akan kata-kata dari pepatah Jepang berikut</p>
<blockquote><p>In the beginner&#8217;s mind there are many possibilities, but in the experts mind only a few</p></blockquote>
<p>Kita lupa ketika kita pertama kali mengerjakan pekerjaan itu. Kita lupa akan perasaan tegang kita, persiapan kita yang berlebihan dan kekhawatiran kita ketika melakukan pekerjaan kita untuk pertama kalinya.</p>
<p>Kita lupa pada perasaan ketika pertama kali kita mempelajari suatu hal, kita lupa pada perasaan ketika kita pertama kali masuk kerja, kita lupa pada perasaan ketika kita melakukan pekerjaan kita dengan luar biasa.</p>
<p>Perasaan dan pola berpikir seperti seorang amatirlah yang bisa mengembalikan &#8220;feel&#8221; kita pada pekerjaan kita.</p>
<p>Kita harus senantiasa merasa menjadi seperti pemula ketika melakukan pekerjaan, walaupun pekerjaan itu adalah pekerjaan yang menjadi keahlian kita.</p>
<blockquote><p>Never stop learning and never be an expert. Always be a beginner in everything we do, regardless how great we are.</p></blockquote>
<p><strong>- Be blessed -</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/christnaa.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/christnaa.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/christnaa.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/christnaa.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/christnaa.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/christnaa.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/christnaa.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/christnaa.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/christnaa.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/christnaa.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/christnaa.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/christnaa.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/christnaa.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/christnaa.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=228&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://christnaa.wordpress.com/2011/06/10/the-curse-of-expertise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a55e1f3c88e0566d1aa06be0bb7f6800?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gratefulnote</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>center of gravity simple experiment</title>
		<link>http://christnaa.wordpress.com/2011/05/23/center-of-gravity-simple-experiment/</link>
		<comments>http://christnaa.wordpress.com/2011/05/23/center-of-gravity-simple-experiment/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 09:51:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurisu</dc:creator>
				<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[eksperimen sederhana fisika]]></category>
		<category><![CDATA[fisika]]></category>
		<category><![CDATA[pusat massa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://christnaa.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Siang tadi saya iseng-iseng melakukan percobaan yang saya baca dan saksikan melalui internet. Karena penasaran, saya pun mencobanya sendiri dan hasilnya, SUKSES. Kedua percobaan tersebut merupakan topik pusat massa, atau center of mass, atau juga kadang disebut center of gravity. Saya lalu merekam kedua experimen sederhana tersebut dengan iMovie, berikut hasilnya Cool isn&#8217;t it ? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=225&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang tadi saya iseng-iseng melakukan percobaan yang saya baca dan saksikan melalui internet. Karena penasaran, saya pun mencobanya sendiri dan hasilnya, SUKSES. Kedua percobaan tersebut merupakan topik pusat massa, atau center of mass, atau juga kadang disebut center of gravity.</p>
<p>Saya lalu merekam kedua experimen sederhana tersebut dengan iMovie, berikut hasilnya</p>
<div class='embed-vimeo' style='text-align:center;'><iframe src='http://player.vimeo.com/video/24107276' width='400' height='300' frameborder='0'></iframe></div>
<div class='embed-vimeo' style='text-align:center;'><iframe src='http://player.vimeo.com/video/24107824' width='400' height='300' frameborder='0'></iframe></div>
<p>Cool isn&#8217;t it ? just try at your home. Bahan-bahannya mudah diperoleh dan yang pasti pengalaman setelah melakukan itu sangatlah mengasyikan.</p>
<p><strong>- Be blessed -</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/christnaa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/christnaa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/christnaa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/christnaa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/christnaa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/christnaa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/christnaa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/christnaa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/christnaa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/christnaa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/christnaa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/christnaa.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/christnaa.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/christnaa.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=225&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://christnaa.wordpress.com/2011/05/23/center-of-gravity-simple-experiment/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a55e1f3c88e0566d1aa06be0bb7f6800?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gratefulnote</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kairos</title>
		<link>http://christnaa.wordpress.com/2011/05/19/kairos/</link>
		<comments>http://christnaa.wordpress.com/2011/05/19/kairos/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 07:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurisu</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kairos]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[kronos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://christnaa.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Kairos berarti kesempatan. Berbeda dengan Kronos bisa diartikan sebagai &#8220;waktu&#8221;. Tidak ada yang spesial dari kronos, karena kronos hanya berarti waktu yang berulang, sedikit makna yang terkandung di dalamnya. Kairos berarti kesempatan-kesempatan yang terdapat dalam kronos. Kesempatan ini sangat penting. Contohnya saat melamar kerja, kita menyebutkan kairos-kairos kita di dalamnya, misalnya tamat SD, SMP, SMA, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=223&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kairos berarti kesempatan. Berbeda dengan Kronos bisa diartikan sebagai &#8220;waktu&#8221;. Tidak ada yang spesial dari kronos, karena kronos hanya berarti waktu yang berulang, sedikit makna yang terkandung di dalamnya. Kairos berarti kesempatan-kesempatan yang terdapat dalam kronos. Kesempatan ini sangat penting.</p>
<p>Contohnya saat melamar kerja, kita menyebutkan kairos-kairos kita di dalamnya, misalnya tamat SD, SMP, SMA, waktu lulus dari Universitas dan bukan yang sifatnya kronos misalnya berjalan, sikat gigi, mandi. Yang pertama sarat makna sedangkan yang kedua tidak. Yang pertama begitu penting karena terjadi 1x seumur hidup sedangkan yang kedua terjadi hampir setiap hari dalam hidup kita.</p>
<p>Kairos yang kita lalui terkadang harus kita refleksikan kembali sehingga kita bisa melihat gambaran besar dari setiap kairos tersebut. Mungkin istilah yang kerap digunakan adalah &#8220;benang merah&#8221;. Ada yang ingin Tuhan katakan kepada kita dari setiap kejadian yang berupa kairos itu.</p>
<p>Hari ini saya ingin bersyukur untuk setiap kairos yang terjadi dalam kehidupan saya. Kairos-kairos itu sangat penting ketika saya menjalani kehidupan saya yang sekarang. Bisa dikatakan saya sedang memasuki masa hidup yang baru. Suatu babak baru dalam hidup yang memerlukan keberanian lebih untuk menjalaninya.</p>
<p>Setiap kairos itu menjadi bekal bagi saya ketika saya menjalani hidup yang sekarang. Saya begitu menikmati kehidupan baru ini, saya antusias dengan kehidupan yang sedang saya jalani, karena setiap kairos tersebut memberi makna mendalam pada apa yang saya kerjakan sekarang.</p>
<p>Kairos itu ada yang enak ada juga yang tidak enak. Dalam kasus saya, kairos itu banyak yang tidak enaknya, ketika menjalaninya terkadang saya harus mengorbankan banyak hal, berkorban waktu, energi dan emosi. Namun, Tuhan itu baik, Dia memberi makna pada setiap kairos tersebut, namun dengan syarat juga, kita mampu peka terhadap kairos-kairos tersebut.</p>
<p>Berdiam diri adalah cara yang saya lakukan untuk merefleksikan setiap kairos dalam kehidupan saya. Saya tidak ingin terjebak dalam rutinitas yang akhirnya menguras tenaga fisik dan mental. Tombol &#8220;pause&#8221; dalam kehidupan itu penting, karena memberikan kita perspektif yang lebih dalam memandang hidup.</p>
<p>So, berdiam diri dan lihat ke belakang setiap kejadian penting dalam hidup kita. Saya telah menjalaninya dan hasilnya&#8230; saya tahu visi hidup saya dan bagaimana menjalaninya dengan setia dan konsisten.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/christnaa.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/christnaa.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/christnaa.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/christnaa.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/christnaa.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/christnaa.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/christnaa.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/christnaa.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/christnaa.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/christnaa.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/christnaa.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/christnaa.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/christnaa.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/christnaa.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=223&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://christnaa.wordpress.com/2011/05/19/kairos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a55e1f3c88e0566d1aa06be0bb7f6800?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gratefulnote</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The art of zooming out</title>
		<link>http://christnaa.wordpress.com/2011/04/27/the-art-of-zooming-out/</link>
		<comments>http://christnaa.wordpress.com/2011/04/27/the-art-of-zooming-out/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 04:49:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurisu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://christnaa.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Kita hidup di dunia yang serba cepat, dimana semuanya serba instan dimulai dari makanan, pekerjaan hingga ritme hidup kita pun dipaksa menjadi lebih cepat. Kita hidup di dunia yang tampaknya menuntut untuk berbuat lebih banyak, mengkonsumsi lebih banyak dan mendapat lebih banyak. Kita hidup di dunia dimana &#8220;banyak&#8221; itu lebih baik. Alhasil, kita menjadi manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=220&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita hidup di dunia yang serba cepat, dimana semuanya serba instan dimulai dari makanan, pekerjaan hingga ritme hidup kita pun dipaksa menjadi lebih cepat.</p>
<p>Kita hidup di dunia yang tampaknya menuntut untuk berbuat lebih banyak, mengkonsumsi lebih banyak dan mendapat lebih banyak. Kita hidup di dunia dimana &#8220;banyak&#8221; itu lebih baik.</p>
<p>Alhasil, kita menjadi manusia yang hidupnya untuk bekerja. Kita bekerja lebih keras untuk mendapat penghasilan lebih banyak, mendapat pengakuan lebih besar dan akhirnya kedua hal itu kita gunakan untuk mengkonsumsi lebih banyak, lebih banyak dan lebih banyak lagi.</p>
<p>Kita bangun di pagi hari, bekerja hingga sore atau malam hari lalu tidur untuk memenuhi kebutuhan kita. Lalu menghabiskan akhir pekan dengan bersenang-senang, lalu mengeluh ketika awal pekan tiba.</p>
<p>Kita juga hidup dimana para orang tua menekan anak-anak mereka untuk belajar lebih keras, karena mereka takut anak mereka tidak mampu bersaing di masa depan. Setidaknya ini yang saya lihat dari pengalaman saya sendiri.</p>
<p>Namun, tanpa sadar itulah yang membuat kita (dan anak-anak) stress menghadapi hari-hari. Saya biasa mengamati status Facebook teman-teman, baik mereka yang usianya sebaya, lebih tua atau lebih muda. Mereka mengeluh akan pekerjaan yang banyak, lembur berjam-jam, PR yang banyak dan ulangan yang menanti.</p>
<p>Saya berkeyakinan bahwa</p>
<blockquote><p> Jika kita mengeluh pada hal yang kita lakukan maka kita tidak menyukai apa yang kita lakukan.</p></blockquote>
<p><em>Familiar</em> dengan keadaan seperti di atas?</p>
<p>Intinya, kita tanpa sadar terjebak pada rutinitas yang sebetulnya tidak kita sukai. Kita terjebak pada pekerjaan yang bukan pekerjaan impian kita. Kita tanpa sadar mendidik anak jauh dari talenta mereka.</p>
<blockquote><p> Tanpa sadar, kita berusaha keras menaiki tangga tanpa sadar bahwa kita menaiki tangga yang salah.</p></blockquote>
<p>Lalu apa yang harus kita lakukan? Di blog ini saya ingin berbagi mengenai hal yang baru saja saya lakukan pagi ini, saya namakan <strong>The art of zooming out. </strong></p>
<p>Mungkin kita semua tahu mengenai fungsi fitur<em> zoom</em> di alat elektronik seperti kamera. Di kamera, fitur ini berfungsi untuk mendekatkan objek (<em>zoom in</em>) dan menjauhkan objek (<em>zoom out</em>) relatif terhadap kamera yang kita gunakan.</p>
<p>Ketika kita menggunakan fitur <em>zoom out</em>, kita bisa melihat objek yang kita teliti menjadi berukuran lebih kecil sehingga lingkungan di sekeliling objek tersebut menjadi terlihat. Kita bisa mengetahui dimana objek itu sebenarnya berada.</p>
<p>Nah, saya rasa hidup juga seperti itu. Kita harus men-<em>zoom out</em> pikiran kita sehingga kita lebih bisa melihat gambaran besarnya. Orang biasa menyebut pola pikir ini dengan &#8220;melihat gambar besar&#8221; atau &#8220;berpikir di luar kotak&#8221;.</p>
<p>Dengan cara berpikir seperti ini, kita bisa melihat dari sudut pandang yang lain tentang apa yang sedang kita kerjakan. Ada beberapa hal yang saya bisa bagikan mengenai manfaat dari cara berpikir seperti ini :</p>
<ul>
<li>kita bisa menilai perlu/tidaknya suatu pekerjaan yang kita lakukan</li>
<li>kita bisa menilai perlu/tidaknya suatu materi yang sedang kita pelajari</li>
<li>kita bisa menilai perlu/tidaknya suatu barang yang ingin kita beli</li>
<li>kita bisa menilai perlu/tidaknya suatu tindakan yang ingin kita lakukan</li>
<li>kita bisa menilai perlu/tidaknya suatu reaksi yang ingin kita tunjukan ketika sesuatu hal buruk menimpa kita</li>
</ul>
<p>Lalu bagaimana caranya? Berikut dua hal yang saya lakukan :</p>
<p><strong>Take alone time and move away from distraction</strong></p>
<p>Kita harus menyediakan waktu untuk sendiri (solitude), waktu yang tidak terganggu oleh apapun baik secara nyata maupun maya. Maya? Ya, tanpa sadar kita juga berada di dunia yang penuh dengan intrupsi terlebih dari dunia maya. Kita terintrupsi dari telepon seluler, terintrupsi dari <em>IM chatting</em>, notifikasi <em>Facebook, twitter</em> dan situs-situs semacamnya.</p>
<p>Mengapa ini perlu? Karena kita memerlukan ketenangan, fokus dan konsentrasi saat berpikir. Kita perlu ketenangan saat merefleksi kejadian-kejadian yang kita alami dan perlu ketenangan dalam pengambilan keputusan.</p>
<p>Pagi ini tidak seperti biasanya saya <em>online</em> sejak pagi, untuk berpikir lebih tenang dan jernih saya mematikan koneksi internet dan hasilnya, saya bisa berpikir lebih tenang dan hasil pemikiran itu menginspirasi diri saya sendiri.</p>
<p><strong>Ask yourself these three questions</strong></p>
<p>Pagi ini saya bertanya 3 pertanyaan pada diri sendiri, yaitu :</p>
<p><strong>WHERE I AM NOW ?</strong></p>
<p><strong> </strong> Kita harus tahu kita ini sedang berada dalam tahap mana, kita harus tahu apa saja tanggung jawab kita. Mungkin sebagai seorang pekerja, seorang ayah/seorang ibu. Kita juga harus jujur, apakah kita menyukai hal yang kita lakukan sekarang? Apakah kita merasa sukacita dan damai sejahtera ketika kita bekerja di tempat kerja kita yang sekarang.</p>
<p><strong> WHERE I WANT TO GO ?</strong></p>
<p><strong> </strong>Kita harus tahu hidup kita ini hendak dibawa kemana. Apa sebenarnya cita-cita saya, apa sebenarnya hasrat saya yang paling dalam, apa sebenarnya hal buruk yang ingin saya ubah sehingga dunia ini menjadi tempat yang lebih baik.</p>
<p><strong> WHAT NECESSARY STEPS SHOULD I TAKE ?</strong></p>
<p><strong> </strong>Jika pertanyaaan nomor 1 dan 2 di atas sejalan, maka kita harus mengentahui langkah-langkah apa saja yang harus kita ambil sehingga hidup kita menjadi lebih baik. Namun jika tidak sejalan (kebanyakan orang berada di fase ini), maka kita harus berpikir untuk mengubah haluan dan mengubah sikap sehingga kita bisa sejalan dengan apa hasrat terdalam kita sebagai manusia.</p>
<p>Langkah yang terakhir adalah melakukan setiap langkah-langkah yang kita buat. Post ini adalah mengenai prinsip berpikir dengan mengambil prinsip dari fitur <em>&#8220;zoom out&#8221;</em>, di post yang lain saya akan berbagi mengenai cara kita melakukan apa yang telah kita rencanakan dari proses berpikir ini.</p>
<p><strong>- be blessed -</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/christnaa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/christnaa.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/christnaa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/christnaa.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/christnaa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/christnaa.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/christnaa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/christnaa.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/christnaa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/christnaa.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/christnaa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/christnaa.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/christnaa.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/christnaa.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=220&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://christnaa.wordpress.com/2011/04/27/the-art-of-zooming-out/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a55e1f3c88e0566d1aa06be0bb7f6800?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gratefulnote</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pelajaran hidup dari budaya Jepang #4 (Cherry Blossom philosophy)</title>
		<link>http://christnaa.wordpress.com/2011/04/07/pelajaran-hidup-dari-budaya-jepang-4-cherry-blossom-philosophy/</link>
		<comments>http://christnaa.wordpress.com/2011/04/07/pelajaran-hidup-dari-budaya-jepang-4-cherry-blossom-philosophy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 12:09:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurisu</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga sakura]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi hidup]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi sakura]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman hidup di jepang]]></category>
		<category><![CDATA[teladan bangsa jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://christnaa.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin malam, akun facebook perkumpulan pertukaran mahasiswa Jepang &#8211; International mem-posting beberapa foto pohon sakura yang sudah mulai bermekaran di daerah sekitar kota Kanazawa. Ketika melihat foto-foto itu, saya teringat masa-masa pertama kali saya tinggal di Jepang. Ketika itu awal musim semi sama seperti sekarang. Berikut beberapa fotonya: Musim semi di Jepang merupakan awal tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=212&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin malam, akun facebook <a title="iaaa secretariat" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000103466158&amp;sk=info" target="_blank">perkumpulan pertukaran mahasiswa Jepang &#8211; International</a> mem-<em>posting</em> beberapa foto pohon sakura yang sudah mulai bermekaran di daerah sekitar kota Kanazawa.</p>
<p>Ketika melihat foto-foto itu, saya teringat masa-masa pertama kali saya tinggal di Jepang. Ketika itu awal musim semi sama seperti sekarang. Berikut beberapa fotonya:</p>
<div id="attachment_214" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/04/217507_214967941849986_100000103466158_898105_3986086_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-214" title="asano" src="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/04/217507_214967941849986_100000103466158_898105_3986086_n.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Kazue-machi Teahouse district riverside of Asano river in early evening.</p></div>
<div id="attachment_215" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/04/206300_214970878516359_100000103466158_898113_4976576_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-215" title="Castle" src="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/04/206300_214970878516359_100000103466158_898113_4976576_n.jpg?w=300&#038;h=237" alt="" width="300" height="237" /></a><p class="wp-caption-text">Kanazawa Castle Ishikawa-mon Gate &amp; Hishiyagura</p></div>
<p>Musim semi di Jepang merupakan awal tahun ajaran baru bagi siswa sekolah dan mahasiswa di universitas. Selain itu, musim semi juga merupakan waktu awal bagi mereka yang baru diterima bekerja di suatu perusahaan. Jadi bisa dikatakan, musim semi itu seperti &#8220;tahun baru&#8221; yang lain bagi orang Jepang.</p>
<p>Musim semi menandakan suatu awal yang baru. Suatu langkah awal yang pertama bagi orang Jepang. <a title="PZ" href="http://www.presentationzen.com/" target="_blank">Blog</a> favorit saya menulis filosofi penting mengenai ini, dia berkata bahwa</p>
<blockquote><p><em>for many people the sakura are also a symbol of starting a new chapter in life or of starting over with a renewed sense of hope and optimism.</em></p></blockquote>
<p>atau dalam bahawa Indonesia:</p>
<blockquote><p>bagi banyak orang (Jepang), sakura merupakan simbol dari babak baru kehidupan atau memulai kembali kehidupan dengan harapan dan optimisme yang baru.</p></blockquote>
<p>Mungkin ini mirip seperti &#8220;resolusi tahun baru&#8221; atau semacamnya yang sering kita dengar.</p>
<p>Musim semi tahun ini tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena Jepang yang bulan lalu dilanda musibah yang sangat hebat. Musim semi tahun ini menjadi penyemangat tersendiri bagi orang Jepang untuk memulai kehidupan yang baru dengan optimisme yang juga diperbaharui.</p>
<p><strong>Lalu apa yang bisa kita pelajari dari budaya ini?</strong></p>
<p>Saya kira kita patut meniru budaya ini. Seringkali kita berjanji pada diri sendiri untuk memperbaharui hidup misalnya ketika tahun baru atau hari besar keagamaan. Namun, tidak beberapa lama, ternyata kehidupan kita kembali seperti biasa. Saya kira ini terjadi karena kita tidak serius dan kurang berkomitmen terhadap janji perubahan pada diri sendiri.</p>
<p>Optimisme bangsa Jepang ketika musim semi patut diacungi jempol. Mereka hidup di masa sekarang, berjuang di masa sekarang dan melihat masa lalu hanya sebagai pelajaran. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk memulai banyak hal yang sebetulnya sudah sulit untuk diperjuangkan.</p>
<p>Jangan patah semangat ketika banyak hal buruk yang menimpa kita. Tetap bangkit berapa kalipun kita jatuh. Berani memulai kembali dari awal dan berjuang hingga tujuan kita tercapai.</p>
<p><strong>- Be blessed -</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/christnaa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/christnaa.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/christnaa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/christnaa.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/christnaa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/christnaa.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/christnaa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/christnaa.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/christnaa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/christnaa.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/christnaa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/christnaa.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/christnaa.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/christnaa.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=212&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://christnaa.wordpress.com/2011/04/07/pelajaran-hidup-dari-budaya-jepang-4-cherry-blossom-philosophy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a55e1f3c88e0566d1aa06be0bb7f6800?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gratefulnote</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/04/217507_214967941849986_100000103466158_898105_3986086_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">asano</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/04/206300_214970878516359_100000103466158_898113_4976576_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Castle</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pelajaran hidup dari budaya Jepang #3 (Gambaru philosophy)</title>
		<link>http://christnaa.wordpress.com/2011/03/24/pelajaran-hidup-dari-budaya-jepang-3-gambaru-philosophy/</link>
		<comments>http://christnaa.wordpress.com/2011/03/24/pelajaran-hidup-dari-budaya-jepang-3-gambaru-philosophy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2011 11:09:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurisu</dc:creator>
				<category><![CDATA[experience]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi jepang]]></category>
		<category><![CDATA[gambaru filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi bangsa jepang]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman hidup di jepang]]></category>
		<category><![CDATA[teladan bangsa jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://christnaa.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Sore tadi saya mengunjungi salah satu blog favorit yaitu presentation zen dan ternyata ada posting baru yang berjudul fall down seven times, get up eight: The power of Japanese resilience (jatuh tujuh kali, bangun delapan kali : kekuatan pemulihan Jepang). Di blog tersebut diceritakan mengenai kekuatan dan ketabahan bangsa Jepang dalam pemulihan pasca bencana alam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=203&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sore tadi saya mengunjungi salah satu blog favorit yaitu <a title="presentation zen" href="presentationzen.com" target="_blank">presentation zen</a> dan ternyata ada posting baru yang berjudul <a title="PZ new post" href="http://www.presentationzen.com/presentationzen/2011/03/fall-down-seven-times-get-up-eight-the-power-of-japanese-resilience.html" target="_blank">fall down seven times, get up eight: The power of Japanese resilience</a> (jatuh tujuh kali, bangun delapan kali : kekuatan pemulihan Jepang).</p>
<p>Di blog tersebut diceritakan mengenai kekuatan dan ketabahan bangsa Jepang dalam pemulihan pasca bencana alam yang menerpa mereka pada 11 Maret 2011 silam. Kekuatan dan ketabahan mereka berakar dari filosofi yang mereka anut turun temurun. Salah satunya adalah filosofi Gambaru (頑張る). Arti dari Gambaru sendiri yang saya ambil dari blog presentation zen adalah:</p>
<blockquote><p><em>the idea of sticking with a task with tenacity until it is completed—of making a persistent effort until success is achieved.</em></p></blockquote>
<p>Dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti</p>
<blockquote><p>Bekerja/berusaha keras pada tugas sampe tugas itu selesai &#8211; berusaha keras hingga mencapai sukses.</p></blockquote>
<p>Di posting kali ini, saya ingin berbagi mengenai pengalaman saya selama tinggal di Jepang yang berhubungan dengan filosofi ini. Pengalaman yang akan saya ceritakan adalah pengalaman yang saya lihat, dengar dan rasakan selama saya tinggal di negeri Sakura.</p>
<p><a href="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/03/gambatte.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-204" title="Gambatte" src="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/03/gambatte.jpg?w=300&#038;h=212" alt="" width="300" height="212" /></a></p>
<p>Teman-teman saya yang berasal dari Jepang sering mengucapkan &#8220;Gambatte Kudasai&#8221; (がんばってください) yang berarti &#8220;lakukan sebaik mungkin&#8221;, &#8220;jangan menyerah&#8221; atau &#8220;berikan usaha terbaik&#8221;. Gambatte sendiri merupakan bentuk imperatif dari Gambaru. Kata-kata itu merupakan ucapan penyemangat baik dalam kegiatan akademik (belajar) atau kompetisi olahraga.</p>
<p>Apa yang saya pelajari dari mereka bangsa Jepang adalah komitmen tinggi mereka pada pekerjaan. Bangsa Jepang terkenal dengan budaya kerja keras mereka. Ada yang berkata mereka bisa seperti itu karena keadaan negeri mereka yang senantiasa mendapat tantangan dari alam. Gempa, tsunami, gunung berapi, angin ribut, iklim 4 musim sampai pengalaman mereka di medan perang (bom Hiroshima dan Nagasaki).</p>
<p>Jadi, bagaimana pun rusaknya negeri mereka, mereka akan senantiasa bangkit karena kultur pekerja keras mereka sudah berakar kuat. Dan kultur ini terus menerus diajarkan kepada generasi selanjutnya, bahkan kepada warga asing yang tinggal di Jepang.</p>
<p>Pernah suatu ketika saya naik bus sepulang dari kampus. Di bus tersebut terdapat beberapa anak Jepang sepulang dari sekolah. Ketika salah seorang dari mereka turun di pemberhentian bus, secara serentak teman-teman mereka berkata &#8220;gambatte kudasai&#8221;.</p>
<p>Nah, berikut beberapa pengalaman serta pelajaran lain yang bisa kita ambil:</p>
<p><strong>Dedikasi terhadap pekerjaan</strong></p>
<p><img class="alignright" title="japan worker" src="http://images.pingmag.jp/images/title/worker.jpg" alt="" width="224" height="154" /></p>
<p>Saya punya seorang teman Indonesia yang berkerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit di Ishikawa Prefecture (tempat saya tinggal). Dia berkata bahwa jam kerja &#8220;resmi&#8221; para perawat untuk shift pagi adalah hingga pukul 4 sore. Namun, ketika waktu menunjukan pukul 4 sore, tidak ada satupun perawat Jepang yang bersiap-siap untuk pulang. Mereka baru pulang pada pukul 7 atau 8 malam.</p>
<p>Menurut teman saya itu,</p>
<blockquote><p>orang Jepang bekerja di jam kerja normal adalah pekerjaan WAJIB mereka. Pekerjaan wajib yang harus mereka lakukan karena mereka dibayar untuk itu. Lalu, sisa waktu dimana mereka masih bekerja setelah jam kerja resmi mereka, mereka anggap itu sebagai PENGABDIAN kepada negara dan kepada pasien yang mereka rawat.</p></blockquote>
<p>Saya lalu berpikir ketika itu</p>
<blockquote><p>Ya, konsep ini masuk akal. Kalau seorang pekerja publik/pekerja pemerintah hanya bekerja pada jam resmi (yang untuknya mereka dibayar), mereka belum mengabdi kepada negara. Jam kerja ekstra yang tidak dibayar itulah yang mestinya baru disebut pengabdian.</p></blockquote>
<p>Berbeda dengan kultur di Indonesia, bukan? Pekerja yang bekerja melebihi jam kerja mereka, kerap meminta uang lembur kepada atasan. Padahal tidak jarang mereka sudah pulang bahkan sebelum jam kerja mereka habis.</p>
<p><strong>Sakit sedikit bukan halangan untuk tidak masuk kerja</strong></p>
<div id="attachment_206" class="wp-caption alignright" style="width: 220px"><a href="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/03/1161454_thermometer_and_pills.jpg"><img class="size-full wp-image-206 " title="1161454_thermometer_and_pills" src="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/03/1161454_thermometer_and_pills.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">sxc.hu, uploaded by d-s-n</p></div>
<p>Di Jepang, apabila seseorang sakit, ia harus memakai masker penutup hidung dan mulut. Mereka yang sedang sakit sadar bahwa mereka bisa menularkan penyakit mereka kepada orang lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Nah</em>, walaupun mereka sedang sakit flu/demam, mereka tetap masuk kerja. Mungkin sampai mereka tidak bisa jalan baru mereka ijin tidak masuk kerja. Dan mereka tidak berdalih sedang sakit untuk mengurangi bobot pekerjaan mereka.</p>
<p>Hal ini yang mereka teruskan kepada anak mereka. Apabila sang anak flu atau suhu badannya lebih tinggi dari normal, orang tua tetap menyemangati mereka untuk sekolah.</p>
<p>Lalu saya perhatikan lagi perlakuan orang tua pada anak mereka yang masih batita/balita. Anak seusia ini masih sering jatuh apabila mereka berjalan atau berlari. Nah, ketika sang anak jatuh, orang tuanya tidak membantu anaknya untuk berdiri lagi, tapi menyemangati anaknya untuk berdiri sendiri, &#8220;Gambatte, Kenji san&#8221;, kurang lebih itulah kata-kata yang dikatakan kepada anak mereka yang jatuh.</p>
<p><strong>Tidak ada transport bukan halangan untuk tidak masuk kerja</strong></p>
<p>Ketika bencana terjadi, beberapa line kereta tidak dapat beroperasi. Lalu apakah para pekerja ini tidak masuk kerja? Tidak. Mereka rela untuk naik sepeda atau berjalan kaki ke tempat kerja mereka.</p>
<p>Saya pernah menonton berita dimana reporter menanyakan pada seseorang yang hendak bekerja namun tidak ada line kereta menuju kantornya. Sang pekerja ini berkata bahwa sekarang, ia harus berjalan 3-4 jam untuk mencapai kantornya dan harus berangkat lebih pagi agar tetap datang tepat waktu. Luar biasa.</p>
<p><strong>Di tempat kerja&#8230; ya kerja</strong></p>
<p><img class="alignright" title="japan shop keeper" src="http://www.japannewbie.com/images/journal/choco_banana/choco_banana1.jpg" alt="" width="239" height="179" />Maksud saya begini, sering saya melihat di toko-toko di Bandung dimana pegawainya bergosip ria ketika tidak ada pelanggan. Bahkan di pelayanan publik seperti kantor pos, kantor imigrasi dan kantor pemerintah, banyak pegawainya yang menonton TV, bermain HP, browsing di internet dan bergosip. Mereka baru bekerja serius (itu pun pura-pura serius) apabila ada atasan.</p>
<p>Di Jepang, tidak ada yang seperti itu. Selama satu tahun, saya tidak pernah menemukan pegawai yang menganggur, mengobrol, bermain HP di tempat kerja mereka. Mereka begitu sigap baik ketika ada pengunjung maupun tidak.</p>
<p>&#8220;Irashaimase&#8221; (いらしゃいませ) adalah kata yang diucapkan semua pegawai di dalam toko. Irashaimase merupakan kata sopan untuk selamat datang/<em>welcome</em>. Lalu ketika <em>customer</em> mereka keluar toko, mereka berkata &#8220;arigato gozaimasu&#8221; (ありがとございます) yang berarti terima kasih sambil membungkukan badan. Hal ini juga yang terjadi di kantor-kantor pemerintah. Mereka begitu sigap dalam melayani masyarakat.</p>
<p>Inilah yang menjadikan toko-toko di Jepang begitu bersih dan tertata rapih. Ini juga yang membuat pelayanan publik di Jepang sangat berkualitas sehingga masyarakat merasa nyaman ketika berkunjung.</p>
<p><strong>Merasa bersalah ketika meminta cuti atau melakukan kekeliruan di tempat kerja</strong></p>
<p><img class="alignright" title="japanese worker" src="http://www.digitalworldtokyo.com/entryimages/2007/10/071025_Bowing.jpg" alt="" width="210" height="158" />Pekerjaan adalah nomor satu, pelayanan kepada masyarakat adalah pengabdian. Filosofi inilah yang menjadikan pekerja Jepang merasa malu meminta cuti kepada atasannya. Berbeda dengan budaya kita di Indonesia, jatah cuti harus digunakan semaksimal mungkin. Mereka merasa tidak berguna ketika mereka tidak masuk kerja.</p>
<p>Mereka juga merasa bersalah apabila melakukan kekeliruan di tempat kerja. Mereka akan meminta maaf dengan berkata &#8220;gomen nasai&#8221; (ごめんなさい) yang berarti &#8220;mohon maaf&#8221; sambil membungkukan badan kepada teman kerja, atasan dan kepada <em>customer </em>yang mereka layani. Mereka tidak berdalih apapun untuk kekeliruan mereka, mereka mengaku bahwa mereka salah dan meminta maaf.</p>
<p>Dalih/alasan itu banyak dan bisa dicari dengan mudah. Waktu lah, lupa lah bahkan alasan lain yang dibuat-buat agar kita dimaklumi. Hal ini tidak berlaku di Jepang. Kalau saya berbuat salah, ya salah, TITIK.</p>
<p><a href="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/03/can-we.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-207" title="can we" src="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/03/can-we.jpg?w=300&#038;h=212" alt="" width="300" height="212" /></a></p>
<p><em><strong>Mampukah Indonesia belajar dari bangsa Jepang?</strong></em></p>
<p>Pertanyaan ini yang saya tanyakan kepada diri sendiri ketika dalam perjalanan pulang dari Jepang. Saya lalu bertanya juga</p>
<blockquote><p>Apa <em>sich </em>kurangnya Indonesia? Negara tropis dengan suhu kamar (rata-rata 25 derajat celcius). Apa saja ditanam jadi. Kekayaan alam melimpah ruah. Generasi muda yang melimpah jumlahnya. Lalu mengapa bangsa ini masih <em>segini-segini aja</em>?</p></blockquote>
<p>Satu hal yang membuat saya miris mendengarnya adalah ketika harga cabai meroket beberapa bulan yang lalu. Hal yang sebetulnya lucu bisa terjadi di Indonesia.</p>
<p>Baik buruknya Indonesia, Indonesia tetaplah negaraku. Semoga tulisan ini menjadi berkat bagi para pembaca. Gambatte Kudasai.</p>
<p><strong>- Be blessed -</strong></p>
<p>related posts:</p>
<ul>
<li><a title="related post1" href="http://christnaa.wordpress.com/2011/03/22/6-teladan-bangsa-jepang-ketika-diterpa-musibah/" target="_blank">6 teladan bangsa Jepang ketika diterpa musibah</a></li>
<li><a title="related post2" href="http://christnaa.wordpress.com/2011/03/08/pelajaran-hidup-dari-budaya-jepang-1/" target="_blank">Pelajaran hidup dari budaya Jepang #1</a></li>
<li><a title="related post3" href="http://christnaa.wordpress.com/2011/03/09/pelajaran-hidup-dari-budaya-jepang-2-onsen-philosophy/" target="_blank">Pelajaran hidup dari budaya Jepang #2</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/christnaa.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/christnaa.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/christnaa.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/christnaa.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/christnaa.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/christnaa.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/christnaa.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/christnaa.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/christnaa.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/christnaa.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/christnaa.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/christnaa.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/christnaa.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/christnaa.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=203&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://christnaa.wordpress.com/2011/03/24/pelajaran-hidup-dari-budaya-jepang-3-gambaru-philosophy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a55e1f3c88e0566d1aa06be0bb7f6800?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gratefulnote</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/03/gambatte.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gambatte</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.pingmag.jp/images/title/worker.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">japan worker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/03/1161454_thermometer_and_pills.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1161454_thermometer_and_pills</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.japannewbie.com/images/journal/choco_banana/choco_banana1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">japan shop keeper</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.digitalworldtokyo.com/entryimages/2007/10/071025_Bowing.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">japanese worker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/03/can-we.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">can we</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pelajaran hidup dari permainan golf</title>
		<link>http://christnaa.wordpress.com/2011/03/23/life-lesson-from-playing-golf/</link>
		<comments>http://christnaa.wordpress.com/2011/03/23/life-lesson-from-playing-golf/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2011 14:58:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kurisu</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pemainan golf]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi golf]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi hidup]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat golf]]></category>
		<category><![CDATA[golf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://christnaa.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba sehabis makan malam barusan, saya teringat kisah seorang pemain golf berikut: Suatu ketika seseorang sedang bermain golf. Di tengah permainan, bola golf yang ia pukul jatuh tepat ke dalam bungkusan yang terbuat kertas. Salah satu aturan dalam permainan golf, pemain dilarang menyentuh bola golf hingga akhir permainan. Ia pun lalu memukul bola golf beserta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=198&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiba-tiba sehabis makan malam barusan, saya teringat kisah seorang pemain golf berikut:</p>
<blockquote><p>Suatu ketika seseorang sedang bermain golf. Di tengah permainan, bola golf yang ia pukul jatuh tepat ke dalam bungkusan yang terbuat kertas. Salah satu aturan dalam permainan golf, pemain dilarang menyentuh bola golf hingga akhir permainan.</p>
<p>Ia pun lalu memukul bola golf beserta kertas pembungkus itu dan berharap bola tersebut bisa keluar dari kertas pembungkus. Namun sayang, bola tersebut tidak beranjak keluar.</p>
<p>Ia lalu memiliki ide untuk membakar dahulu pembungkus kertas sehingga bola golf dapat kembali dipukul dengan normal. Alhasil dia mampu menyelesaikan permainan dengan memasukan bola golf ke dalam holenya.</p>
<p>Ia lalu memetik pelajaran dari pengalamannya tersebut. Kertas pembungkus itu ibarat beban hidup yang kita bawa kemana pun kita pergi. Kita berharap dengan berusaha lebih keras menjalani hidup, kita bisa keluar dari beban hidup kita. Sayangnya, kita malahan menjadi semakin lelah karena beban itu tidak kita selesaikan.</p>
<p>Beban hidup kita bisa berarti kesalahan masa lalu, rasa bersalah, rasa kehilangan seseorang, rasa sakit hati, akar pahit dengan seseoranga atau trauma yang berkepanjangan.</p>
<p>Jika kita ingin melanjutkan hidup dengan lebih efektif, pertama-tama kita harus menyingkirkan beban hidup kita. Sama seperti yang dilakukan sang pemain golf, kita harus &#8220;membakar&#8221; beban hidup kita dahulu.</p></blockquote>
<div id="attachment_199" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.sxc.hu/profile/cflart"><img class="size-full wp-image-199" title="golf" src="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/03/1340146_golf_.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">image from sxc.hu, uploaded by cflart</p></div>
<p>Kita adalah produk masa lalu kita, hal ini tidak dapat dipungkiri. Namun bukan berarti masa lalu kita yang buruk adalah juga masa depan kita. Kita punya pilihan untuk meninggalkan masa lalu kita dan menatap masa depan kita dengan optimis.</p>
<p>Berdamai dengan masa lalu bisa berarti memaafkan diri sendiri, memaafkan orang lain yang menyakiti hati kita atau merelakan seseorang yang telah pergi meninggalkan kita.</p>
<p>Kita tidak bisa berbuat apa-apa dengan masa lalu kita, tapi kita bisa berbuat banyak untuk masa depan kita.</p>
<p><strong>- Be blessed -</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/christnaa.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/christnaa.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/christnaa.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/christnaa.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/christnaa.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/christnaa.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/christnaa.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/christnaa.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/christnaa.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/christnaa.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/christnaa.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/christnaa.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/christnaa.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/christnaa.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=christnaa.wordpress.com&amp;blog=19746109&amp;post=198&amp;subd=christnaa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://christnaa.wordpress.com/2011/03/23/life-lesson-from-playing-golf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a55e1f3c88e0566d1aa06be0bb7f6800?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gratefulnote</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://christnaa.files.wordpress.com/2011/03/1340146_golf_.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">golf</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
