Sepuluh hari lagi saya akan meninggalkan Jepang. Hampir satu tahun saya tinggal di Jepang untuk melanjutkan studi gelar ganda program Master di Kanzawa University (金沢大学).
Bukan hanya pengalaman akademik yang saya peroleh di sini, namun juga pengalaman hidup yang memberikan pelajaran tersendiri secara pribadi. Di posting kali ini dan beberapa posting berikutnya, saya ingin sekedar berbagi mengenai kebudayaan Jepang yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran kehidupan.
Kebudayaan yang saya maksud di sini meliputi gaya hidup, kebiasaan serta filosofi yang dianut oleh orang-orang Jepang yang sempat saya temui di sini. Filosofi yang ingin saya bagikan pertama adalah filosofi Zen.
Saya mengetahui filosofi Zen pertama kali kurang lebih dua tahun yang lalu ketika saya membaca buku tentang teknik presentasi berjudul presentation zen. Buku ini memberikan pendekatan Zen pada teknik presentasi.
So, apa itu Zen ?
Ada banyak pengertian tentang Zen, menurut saya, Zen itu adalah
Filosofi tentang kesederhanaan (simplicity) dan fokus.
Dengan kata lain, Zen merupakan filosofi hidup yang mengajarkan kita untuk fokus pada kesederhanaan, berfokus pada hal-hal yang penting dan meninggalkan hal-hal yang tidak penting.
Contoh sederhana adalah pada gaya hidup konsumtif. Lihatlah di rumah kita, ada berapa banyak barang yang kita beli namun sebetulnya kita tidak membutuhkannya. Kita termakan oleh iklan komersial mengenai suatu barang yang sebetulnya kita tidak membutuhkannya.
Lihatlah contoh rumah Jepang pada gambar berikut:



Sederhana, bukan?
Umumnya orang Jepang memiliki rumah yang kecil. Rumah kecil bagi orang Jepang bukan berarti mereka miskin (Jepang adalah negara maju, lho) namun karena mereka tidak terlalu terobsesi dengan barang-barang mewah yang memakan tempat di rumah mereka.
Guru les bahasa Jepang saya tahun lalu pernah berkata bahwa
kalau ingin memberikan oleh-oleh untuk orang Jepang, jangan yang besar-besar dan mahal. Cukup yang kecil-kecil karena rumah mereka pada umumnya kecil dan sederhana.
Berbeda dengan budaya kita di Indonesia, bukan ? Di negara kita tercinta ini, memiliki rumah besar dan barang mewah merupakan “ukuran” derajat kita di lingkungan kita. Kita bisa dicap sebagai orang kaya, jabatan besar dsb diukur dari barag yang kita miliki.
Berbeda dengan orang Jepang. “Derajat” mereka diukur dari pekerjaan dan pengabdian mereka bagi orang banyak. Orang yang bekerja keras merupakan orang yang dihormati di negri Sakura ini. Luar biasa, bukan? Inilah yang saya kagumi dari filosofi Zen.
So, aturan utama kesederhanaan adalah
ketahuilah mana yang penting dan singkirkanlah yang tidak penting.
Saya pikir prinsip ini bisa kita terapkan dalah setiap aspek kehidupan kita.
- be blessed -
[...] – related post : pelajaran hidup dari budaya Jepang (Zen) [...]
[...] menulis dalam posting tersendiri mengenai ini. Saya kagum akan banyak kebudayaan Jepang, dari desain, pemandian air [...]
[...] menulis dalam posting tersendiri mengenai ini. Saya kagum akan banyak kebudayaan Jepang, dari desain, pemandian air [...]
[...] Pelajaran hidup dari budaya Jepang #1 [...]
informatif
like
[...] menulis dalam posting tersendiri mengenai ini. Saya kagum akan banyak kebudayaan Jepang, dari desain, pemandian air [...]