Di perjalanan menuju kampus barusan, saya teringat kisah dua orang petani meminta hujan. Kisah ini saya dengar pertama kali di film Facing The Giants, kisahnya adalah sebagai berikut
Ada dua orang petani yang ladangnya sedang dilanda kekeringan. Di daerah mereka bercocok tanam sudah lama tidak datang hujan. Kedua petani itu pun memanjatkan doa mereka kepada Tuhan agar hujan turun sehingga mereka bisa kembali bercocok tanam.
Doa mereka sama, ketulusan hati mereka dalam memanjatkan doa juga sama, namun mereka berbeda dalam hal yang mereka lakukan setelah mereka berdoa.
Petani pertama tidak berbuat apa-apa, ia hanya berdoa dan berdoa. Ia begitu prihatin dengan ladangnya yang kering, ia juga khawatir apabila keluarganya kehabisan bahan makanan dan nantinya akan mati kelaparan.
Petani kedua selain berdoa, ia mempersiapkan ladangnya untuk hujan. Dia mencangkul tanah yang kering, ia mempersiapkan bibit dan pupuk untuk bercocok tanam. Padahal belum ada tanda-tanda hujan.
Kira-kira petani mana yang doanya dikabulkan oleh Tuhan ?

Cerita di atas memang diakhiri dengan pertanyaan di film Facing The Giants. Namun, rasanya kita bisa tahu doa petani mana yang dikabulkan oleh Tuhan.
Seringkali kita berhadapan dengan pergumulan yang sama. Berdoa dan berdoa agar suatu hal besar dan ajaib terjadi. P.U.S.H, Pray Until Something Happen, itulah istilah yang sering saya dengar mengenai doa. Saya tidak berbicara bahwa doa itu tidak perlu, doa itu perlu dan wajib namun beriman dalam bentuk perbuatan nyata dan konkrit juga tidak kalah pentingnya.
So, do you prepare your land for rain ?
- be blessed -